Abstract :
Latar Belakang : Prevalensi gangguan mental emosional anak di Indonesia sebesar 6,0%. Provinsi
dengan prevalensi gangguan mental emosional tertinggi adalah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan,
Jawa Barat, Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur. di Indonesia khususnya Yogyakarta
membutuhkan perhatian, upaya yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya perilaku mental
emosional anak agar tidak menjadi perilaku yang menyimpang dan mrugikan bagi proses tumbuh
kembang anak selanjutnya.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan perilaku mental emosional anak usia
prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Sedayu II Bantul Yogyakarta.
Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan
sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini
menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah chi-square.
Hasil : Responden orang tua yang mempunyai peran baik sebanyak 37 sampel (69%), responden
orang tua yang mempunyai peran cukup sebanyak 17 sampel (31%), dan responden anak yang
mempunyai perilaku mental emosional tidak menyimpang sebanyak 51 sampel (94%), responden
anak yang mempunyai perilaku mental emosional menyimpang sebanyak 3 sampel (6%). Hasil uji
statistic yang dilakukan menggunakan uji chi-square didapatkan nilai sig 0,943 > 0,05.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara peran orang tua dengan perilaku mental emosional
anak usia prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Sedayu II Bantul Yogyakarta.
Kata Kunci : Peran Orang Tua, Perilaku Mental Emosional, Usia Prasekolah