Abstract :
Latar belakang: Program rehabilitasi jantung fase 1 pada pasien Sindrom Koroner Akut direkomendasikan segera setelah kondisi akut teratasi dan hemodinamik
stabil. Program ini bermanfaat untuk membantu pemulihan kondisi pasien serta mengoptimalkan kualitas hidup. Rehabilitasi jantung fase 1 meliputi latihan
aktivitas fisik, konseling psikologis, dan terapi perilaku menuju gaya hidup sehat.
Faktor fisik, personal, dan kurangnya rekomendasi dari tim kesehatan dapat
menghambat kepatuhan pasien.
Tujuan Penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan dalam menjalankan rehabilitasi jantung fase 1 dengan kualitas hidup pasien Sindrom Koroner Akut (STEMI).
Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
korelatif dengan metode cross sectional. Sampel diambil dengan teknik purposive
sampling dengan jumlah sampel 37 responden. Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini terdiri dari kuesioner data karakteristik responden, kuesioner kualitas
hidup EQ-5D, dan daily checklist latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase 1.
Data dianalisis menggunakan chi square.
Hasil Penelitian: Responden dengan kategori patuh sebanyak 33 sampel (89,2%) dan yang tidak patuh 4 sampel (10,8%). Kualitas hidup dengan kategori baik 25 responden (67,6%) dan buruk 12 responden (32,4%). Hasil uji chi square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan rehabilitasi jantung fase 1 dengan kualitas hidup pasien p = 0,002 (p < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan kepatuhan dalam melaksanakan rehabilitasi jantung fase 1 dengan kualitas hidup pasien Sindrom Koroner Akut (STEMI) di ruang ICCU RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Kata Kunci: kepatuhan, rehabilitasi jantung fase 1, kualitas hidup