Abstract :
Latar Belakang : Pasien penyakit ginjal kronis (PGK) tahap akhir akan mempertahankan hidupnya dengan melakukan terapi hemodialisis (HD). Pasien PGK yang menjalani HD dengan self-efficacy yang tinggi, mereka dapat melakukan terapi dan diet dengan baik sehingga kualitas hidupnya meningkat, dan begitu pula sebaliknya.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan self-efficacy dengan kualitas hidup
pasien PGK yang menjalani hemodialisis di Instalasi hemodialisa di RSUD Kota
Yogyakarta.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional sebanyak 32 diambil menggunakan tehnik total sampling dengan kriteria responden pertama kali menjalani HD atau kurang dari 6
bulan. Kuesioner yang digunakan menggunakan kuesioner KDQOL-SF 1.3 dan
self-efficacy pasien HD. Uji statistik yang digunakan adalah uji Pearson
Correlation .
Hasil Penelitian : Pengelolaan data dilakukan dengan analisis uji Pearson
Correlation dengan nilai r hitung sebesar 0,396 yang berarti terdapat hubungan
yang lemah antar variabel. Nilai signifikansi menunjukkan p < 0,05 maka Ha
akan diterima dan Ho akan ditolak yang berarti antar variable terdapat hubungan
yang signifikan.
Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kualitas
hidup pasien PGK, yang menjalani HD di Instalasi Hemodialisa RSUD Kota
Yogyakarta.
Kata kunci : Hemodialisis, Kualitas hidup, Penyakit ginjal kronis, Self-efficacy.