Abstract :
Latar Belakang : Program KB Nasional merupakan suatu usaha untuk
merencanakan jumlah dan jarak kehamilan. Salah satu kontrasepsi yang
digunakan adalah Kb suntik 3 bulan. Jumlah pengguna Kb suntik 3 bulan di
Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta 51 orang, rata- rata mengalami
gangguan menstruasi amenorea 40 orang (78,4 %).
Tujuan Penelitian : untuk mengetahui apakah ada hubungan antara
penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan gangguan menstruasi pada
akseptor KB di Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel
dalam penelitian ini terdiri dari 51 orang dengan menggunakan total sampling.
Penggumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk menggetahui variabel yang
diteliti menggunakan analisis Chi-Square test.
Hasil Penelitian : Responden Kb suntik 3 bulan sebanyak 51 sampel, yang
menggalami gangguan menstruasi paling banyak adalah amenorea yaitu sebanyak
40 orang (78,4 %). Hasil dari uji chi- square menunjukkan adanya hubungan
signifikan antara penggunaan kontrasepsi suntik dengan gangguan menstruasi
didapatkan nilai signifikansi p = 20,599 atau p-value 0,001 (<0,05), sehingga Ho
ditolak dan H1 diterima.
Kesimpulan : Ada hubungan antara penggunaan kontrasepsi suntik dengan
gangguan siklus mentruasi pada akseptor Kb di Puskesmas Kasihan II Bantul
Yogyakarta.
Kata Kunci : Penggunaan Kontrasepsi Suntik, Gangguan Menstruasi