Abstract :
Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang
sifatnya kronik, bila tidak mendapatkan penatalaksanaan yang baik akan terjadi
komplikasi pada seluruh bagian tubuh bahkan hingga kematian. Pasien diabetes
melitus yang menjalani rawat inap akan mengalami masalah secara fisiologis
maupun psikologis. Salah satu masalah psikologis pada pasien diabetes yang
menjalani rawat inap adalah kecemasan. Suatu metode dalam pelayanan
keperawatan untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien baik kebutuhan fisik
maupun psikologis pasien yang dilakukan sejak pasien tersebut masuk ke rawat
inap hingga pasien dinyatakan boleh pulang dilakukan melalui discharge
planning.
Tujuan Penelitian : tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian
discharge planning dengan kecemasan pada pasien diabetes melitus di RS Mata
?Dr.YAP? Yogyakarta.
Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif
dengan menggunakan desain penelitian Cross sectional . Populasi dalam
penelitian ini adalah pasien kasus mata dengan diabetes melitus yang dirawat di
ruang rawat inap di RS Mata ?Dr.YAP? Yogyakarta dengan sampel sebanyak 30
orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling.
Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil Penelitian : hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang diberikan
discharge planning yang baik, tidak memiliki kecemasan sebesar 70%. Analisis
data menggunakan uji statistik Chi-square dengan nilai p-value 0,010 (p<0,05)
yang artinya nilai lebih kecil dari pada taraf kesalahan (p<0,05) artinya memiliki
hubungan. Maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Kesimpulan : terdapat hubungan antara pemberian discharge planning dengan
kecemasan pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Mata ?Dr.YAP?
Yogyakarta
Kata kunci : diabetes melitus, kecemasan, discharge planning