Abstract :
Latar Belakang : Pembatasan cairan pada pasien ginjal kronik sangatlah penting pada pasien penyakit ginjal kronik karena jika pasien tersebut tidak membatasi
cairannya maka akan mengakibatkan oedema, hipertensi, hipertropi ventrikel kiri, dan mempengaruhi lama hidup pasien hemodialisa.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan kepatuhan pembatasan
cairan pada pasien ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Kota
Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif, dengan pendekatan cross
sectional. Populasi penelitian ini adalah Pasien Ginjal Kronik yang menjalani
hemodialisa rutin 2 kali seminggu di RSUD Kota Yogyakarta yang berjumlah
sebanyak 83 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive
sampling. Analisis data menggunakan Spearmen Rank.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan selfefficacy
dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Kota Yogyakarta. Dengan uji Spearmen dengan nilai p value 0.323<0.05.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan self-efficacy dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Kota Yogyakarta.
Kata Kunci : Self-efficacy, Kepatuhan Pembatasan Cairan, Pasien Ginjal Kronik.