Abstract :
Latar Belakang: Unmet need KB pada wanita usia subur (WUS) dapat
menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan yang berakhir pada tindakan
aborsi yang dapat membahayakan nyawa dari wanita itu sendiri. Dusun Metes
Keluharan Argorejo dengan jumlah unmet need KB sebanyak 158 wanita atau
20% dari keseluruhan di Kelurahan Argorejo, jumlah met need KB sebanyak 181
wanita atau 16% dari keseluruhan di Kelurahan Argorejo
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara peran tenaga kesehatan,
keyakinan, budaya wanita usia subur dengan kejadian unmet need KB.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
rancangan cross sectional metode quota sampling. Metode analisis data dengan
menggunakan chi square. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Populasi
sebanyak 339 pasangan usia subur, met need KB 181 wanita dan unmet need
KB 158 wanita. Sampel unmet need KB 112 wanita dan 123 wanita sampel met
need KB.
Hasil Penelitian: Ada hubungan antara peran tenaga kesehatan dengan kejadian
unmet need KB (p=0,004). Ada hubungan antara keyakinan dengan kejadian
unmet need KB (p=0,002). Ada hubungan antara budaya dengan kejadian unmet
need KB (p=0,000).
Kesimpulan: Peran tenaga kesehatan yang semakin maksimal, keyakinan yang
tinggi akan alat kontrasepsi yang dapat mencegah terjadinya kehamilan serta
budaya yang mendukung akan KB menyebabkan menurunnya kejadian unmet
need KB.
Kata Kunci: Budaya, Keyakinan, Peran Tenaga Kesehatan, Unmet Need.