Abstract :
Latar Belakang: Lansia hipertensi masih menjadi permasalahan kesehatan
utama. Berdasarkan data dari kementrian Kesehatan RI untuk riset kesehatan
dasar tahun 2013 bahwa penyakit hipertensi menjadi salah satu penyakit yang
tertinggi di alami oleh lansia. Prevalensi menurut kelompok umur 55-56 tahun
sebesar 45,9%, usia lansia 65-74 tahun sebesar 57,6% dan usia di atas 75 tahun
sebesar 63,8%. Hipertensi terjadi karena disebabkan oleh faktor genetik, obesitas,
diet, tinggi natrium, tidak pernah olahraga, mengkonsumsi alkohol.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan derajat hipertensi terhadap kepatuhan
self care management pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sedayu II Bantul
Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
metode pendekatan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini
jumlah sampel 106 responden dengan rumus solvin yang di ambil dengan teknik
purposive sampling. Rencana analisis data menggunakan Spearman?s.
Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukan bahwa derajat hipertensi dengan self
care management pada lansia di Puskesmas Sedayu 2 Bantul Yogyakarta
mengalami derajat hipertensi buruk derajat dua 50 (47,2). Hasil uji statistik
Spearman?s di dapatkan hasil derajat hipertensi dengan self care management
dengan nilai p-value sebesar 0,004 (P<0,05), maka hipotesis diterima artinya
terdapat hubungan derajat hipertensi dengan self care management pada lansia
hipertensi.
Kesimpulan: Terdapat hubungan derajat hipertensi dengan self care management
pada lansia di Puskesmas Sedayu ll Bantul Yogyakarta.
Kata kunci: Derajat Hipertensi, Lansia, Self Care Management.