Abstract :
Latar Belakang : Wanita Usia Subur (WUS) merupakan calon ibu yang harus diperhatikan status kesehatanya, termasuk status gizinya. Kualitas seseorang generasi penerus akan ditentukan oleh kondisi ibunya sejak sebelum hamil dan
selama masa kehamilan. Pemenuhan kebutuhan gizi pada WUS pranikah ataupun ibu hamil, berkaitan erat dengan tinggi rendahnya pengetahuan tentang gizi.
Tujuan : Mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan tentang gizi pranikah
dengan status gizi, gambaran pengetahuan gizi dan status gizi WUS Pranikah di
Kabupaten Bantul.
Metode : Penelitian dilakukan terhadap wanita usia subur (WUS) Pranikah
diKabupaten Bantul Yogyakarta. penelitian observasional dengan pendekatan
cross sectional . pengambilan subyek di 10 Kecamatan di Kabupaten Bantul
Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan yaitu non ? probability sampling
desain quota sampling Subyek penelitian berjumlah 190, pengukuran tingkat
pengetahuan dengan kusioner pengetahuan tentang gizi pranikah yaitu tentang
pemeriksaan persiapan kehamilan, pemenuhan kebutuhan makro dan mikro,
makanan yang di anjurkan saat kehamilan dll, status gizi diklasifikasikan
berdasarkan berdasarkan Indeks Masa Tubuh (IMT). Data dianalisis dengan Uji
Chi-Square.
Hasil : Pada responden dengan status gizi tidak normal (status gizi kurang dan
lebih), presentase pengetahuan kurang sebesar 38.3% lebih tinggi dibandingkan dengan yang berpengetahuan baik yaitu sebesar 35.4%. Dari analisis data antara pengetahuan tentang gizi dengan status gizi menggunakan uji chi square , diperoleh nilai signifikan p = 0,661 (p.value > 0.05). hal tersebut menunjukkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak sehingga tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang gizi dengan status gizi pada WUS pranikah.
Kesimpulan:Tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang gizi pranikah
dengan status gizi pada WUS Pranikah.
Kunci: Pengetahuan gizi pranikah, status gizi, WUS Pranikah.