Abstract :
Latar Belakang : Lansia merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari yang
berjalan terus menerus oleh setiap manusia. Seiringnya dengan bertambahnya
umur, fungsi fisiologis mengalami penurunan akibat proses degeneratif (penuaan)
sehingga penyakit tidak menular banyak muncul pada usia lanjut. Penyakit tidak
menular pada lansia diantaranya, stroke, diabetes mellitus dan radang sendi atau
rematik dan hipertensi.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan perilaku kesehatan
pada lansia hipertensi di BPSTW Abiyoso dan Budi luhur Yogyakarta.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan
rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia
yang terdata di BPSTW Abiyoso dan Budi Luhur Yogyakarta. Jumlah sampel
penelitian 55 responden. Menggunakan teknik purposive sampling. Intrumen
penelitian ini untuk dukungan sosial menggunakan kesioner, dan perilaku
kesehatan menggunakan kuesioner. Analisi data menggunakan uji statistik
spearmant rank.
Hasil Penelitian : Responden dengan dukungan sosial baik sebanyak 7 sampel
(12,7%), responden dengan dukungan sosial cukup sebanyak 37 sampel (67,3%),
sedangkan responden dengan dukungan sosial kurang sebanyak 11 sampel (20,0%).
Untuk responden dengan perilaku kesehatan baik sebanyak 10 sampel (18,2%), dan
responden dengan perilaku kesehatan cukup sebanyak 36 sampel (65,5%),
sedangkan responden dengan perilaku kurang sebanyak 9 sampel (16,4%). Hasil
dari uji supearman rank menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara
dukungan sosial dengan perilaku kesehatan p=0,000.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan perilaku
kesehatan pada lansia hipertensi di BPSTW Abiyoso dan Budi luhur Yogyakarta.
Kata Kunci : Dukungan sosial, perilaku kesehatan, lansia hipertensi.