Abstract :
Latar Belakang: Masalah kesehatan yang dihadapi lansia berhubungan dengan
kemampuan gerak tubuh, degenerasi organ tubuh dan penurunan daya tahan tubuh
lansia. Salah satu dampak dari penurunan fungsi organ tubuh diantaranya terjadinya
labilitas tekanan darah. Dimana sekitar 60% lansia setelah berusia 65 tahun akan
mengalami peningkatan tekananan darah atau hipertensi. kualitas hiup individu yang
menderita hipertensi lebih buruk jika dibandingkan dengan dengan individu yang
memiliki tekanan darah normal.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan keaktifan senam dan kualitas hidup lansia
hipertensi di Puskesmas Kasihan II Kabupaten Bantul Yogyakarta
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental yang
bersifat kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan
sampel menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 88 lansia. data diambil
dengan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square.
Hasil Penelitian: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan 30
responden (60,0%) , sebagian besar berumur 60-70 tahun (72,0%), frekuensi
keaktifan senam dalam kategori aktif 26 responden (52,0%) dan kualitas hidup lansia
hipertensi dalam kategori baik 32 responden (64,0%,) nilai p=0,000 (p>0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan senam dengan
kualitas hidup lansia hipertensi di Puskesmas Kasihan II Kabupaten Bantul
Yogyakarta.
Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Kualitas Hidup