Abstract :
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian di
seluruh dunia. Prevalensinya di Indonesia mencapai angka yang cukup tinggi
yaitu 89%, dengam efek yang ditimbulkan dari pengobatan medis yang bersifat
jangka panjang membuat penyakit ini menjadi sulit untuk ditangani dengan baik.
Aktivitas fisik merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah dan
mengendalikan tekanan darah tinggi dengan cara menjaga detak jantung dan
pembuluh darah agar tetap dalam kondisi sehat.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada
lansia dengan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sedayu 2 Bantul.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang
bersifat kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi
dalam penelitian ini adalah lansia dengan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas
Sedayu 2 Bantul dengan jumlah 45 orang. Sampel penelitian diambil dengan
teknik total sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yaitu
sebanyak 39 orang. Data diambil dengan menggunakan kuesioner kemudian
dianalisis menggunakan uji statistik Chi Square.
Hasil: Hasil uji univariat menunjukkan dari 39 subjek penelitian didapatkan
sebagian besar responden berusia <70 tahun (56,4%), berjenis kelamin perempuan
(59,0%), pendidikan sekolah dasar (74,4%) dan bekerja (61,5%). Sebagian besar
aktivitas fisik responden termasuk kategori adekuat (82,1%), dan prevalensi
hipertensi termasuk kategori hipertensi derajat 1 (56,4%). Terdapat hubungan
yang signifikan antara aktivitas fisik dengan hipertensi di Wilayah Kerja
Puskesmas Sedayu 2 Bantul dengan nilai (p=0,001).
Kesimpulan: Hasil analisis bivariat menunjukkan aktivitas fisik yang adekuat
dapat menurunkan angka hipertensi pada lansia.
Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Hipertensi, Lansia