Abstract :
Latar Belakang: Angka kejadian stroke di Indonesia tahun 2013yaitu 12,1 per
1000 penduduk stroke. Perawatan pada pasien stroke merupakan tersulit dan
terlama sehingga membutuhkan kesabaran dan ketenangan pasien serta keluarga.
Keluarga juga perlu mendukung keterbatasan serta perawatan diri pasien,
perubahan gaya hidup dan kemampuan untuk meningkatkan kemandirian. Pada
perawatan pasien stroke tidak lepas dari peran keluarga yang harus terlibat secara
aktif dalam proses rehabilitasi stroke secara menyeluruh.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan
keluarga dengan pemenuhan self care management pasien stroke.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan
pendekatan cross sectional. Metode yang digunakan Total Sampling. Jumlah
sampel 50 responden. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner dukungan
sosial keluarga dan kuesioner barthel index. Analisa data yang digunakan uji
statistik kendall?s tau.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga
pada kategori cukup sebanyak 32 responden dengan presentasi 64%, sedangkan
pemenuhan self care management (ADL) berada pada kategori sedang sebanyak
18 responden dengan presentasi 36%. Hasil uji statistik kendall tau dengan nilai
p=0,455>0,05 yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan dukungan sosial
keluarga dengan pemenuhan self care management pasien stroke.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan
pemenuhan self care management pasien stroke di RSUD Panembahan Senopati
Bantul.
Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Self Care Management, Stroke