Abstract :
Latar Belakang : Hipertensi seringkali disebut sebagai pembunuh gelap (silent
killer), karena termasuk penyakit yang mematikan secara cepat tidak diserai
dengan gejala-gejala peningkatan bagi korbannya. Gejala tersebut yang muncul
dianggap sebagai gangguan biasa, sehingga korbannya terlambat untuk
menangani penyakitnya. Tingginya hipertensi akan sejalan dengan bertambahnya
usia diatas 60 tahun, disebabkan karena perubahan struktur pada pembuluh darah
besar mengalami pengaruh degenerasi, terutama terjadi peningkatan tekanan
darah 50-60% lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg. Hal tersebut pasti
akan berpengaruh terhadap psikologis lansia yang dapat menyebabkan kecemasan
akan kondisi kesehatan yang dimilikinya.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hipertensi
dengan tingkat kecemasan pada lansia di Prolanis Puskesmas Sedayu II
Kabupaten Bantul Yogyakarta
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian
deskriptif korelasi dan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini
adalah lansia dengan hipertensi di Prolanis Puskesmas Sedayu II dengan jumlah
45 orang, sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan tehnik purposive
sampling dengan besar sampel 41 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah
sphygmomanometer dan stetoskop untuk mengukur tekanan darah dan kuesioner
untuk mengukur tingkat kecemasan. Tehnik analisa menggunakan uji korelasi
Sperman rank dengan batasan p