Abstract :
Latar Belakang: Masalah kesehatan gigi pada anak paling sering adalah
karies gigi. Berdasarkan data National Instution of Health di Amerika
Serikat tahun 2000 sampai 2012 sebanyak 60-90%, kasusnya 5 kali lebih
banyak dibandingkan penyakit asma, maka dengan jumlah karies gigi yang
sangat banyak perlu adanya edukasi karies gigi. Karies gigi merupakan
masalah gigi yang disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya konsumsi
makanan kariogenik, makanan kariogenik adalah makanan yang manis
lengket dan mudah hancur yang disukai anak usia sekolah seperti permen,
coklat.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi karies gigi terhadap
konsumsi makanan kariogenik pada anak usia sekolah 8-12 tahun di SDN
Pucang Gading
Metode Penelitian: Jenis rancangan penelitian ini adalah pra-eksperimen
dengan one group pre test dan post test. Pengambilan data asupan makanan
Pre test dilaksanakan 3 kali sebelum intervensi yaitu pada H-7, H-4 dan
sesaat sebelum dilakukan intervensi. Pretest ke 3 dilaksanakan bersamaan
dengan pemberian edukasi dan post test dilaksanakan pada hari ke 7, 9, 11
hari setelah diberikan perlakuan. Populasi penelitian ini adalah siswa siswi
yang berusia 8-12 tahun di SDN Pucang Gading. Sampel yang digunakan
dalam penelitian ini 48 siswa dengan menggunakan total sampling.. Data
diambil menggunakan kuesioner dan lembar observasi, untuk pemberian
intervensi menggunakan SAP (Satuan Acara Penyuluhan). Analisis
penelitian ini menggunakan uji wilcoxon.
Hasil : Dari hasil penelitian didapatkan frekuensi konsumsi makanan
kariogenik sebelum dilakukan intervensi adalah 7 kali perhari dalam 1
minggu terakhir dan hasil setelah diberikan intervensi adalah 5,5 kali perhari
dalam 1 minggu terakhir. Hasil uji statistik signifikan ditandai dengan nilai
<0,05
Kesimpulan : Terdapat pengaruh konsumsi makanan kariogenik sebelum
dan sesudah mendapatkan edukasi karies gigi pada anak usia sekolah di
SDN Pucang Gading Kulon Progo Yogyakarta
Kata Kunci : Edukasi, Makanan Kariogenik, Anak usia sekolah