Abstract :
Latar Belakang: Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paruparu
(alveoli) yang ditandai dengan batuk disertai nafas cepat atau sesak yang
disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur dan bendabenda
asing.
Angka
kematian
akibat
pneumonia
di
seluruh
Dunia
pada
anak
dengan
usia
di
bawah
5
tahun
adalah
sebesar
15%.
Pada
tahun
2016,
jumlah
penderita
pneumonia
di
Indonesia
sebesar
870.893
dengan
penemuan
penderita
pneumonia
pada
anak
sebesar
503.378.
Salah
satu
penyebab
yang
paling
utama
adalah
status
gizi.
Tujuan
Penelitian:
Mengetahui
hubungan
status
gizi
dengan
kejadian
pneumonia
pada
balita
di
Puskesmas
Jetis
II
Bantul
Yogyakarta.
Metode
Penelitian:
Penelitian ini menggunakan metode korelasional yang
bersifat kuantitatif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif
korelatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah
balita yang mengalami pneumonia di Wilayah Kerja Puskesmas Jetis II Bantul
Yogyakarta dengan jumlah 74 anak balita mulai dari bulan Januari tahun 2017
sampai bulan Maret tahun 2018. Sampel penelitian diambil dengan teknik total
sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diambil dengan
menggunakan lembar dokumentasi status gizi dan lembar dokumentasi kejadian
pneumonia kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Kendal Tau.
Hasil Penelitian: Berdasarkan uji sttaistik Kendal Tau, yang merupakan uji
sttistik untuk melihat hubungan status gizi dengan kejadian pneumonia pada
balita, didapatkan bahwa p-value adalah 0,005. Nilai tersebut memenuhi syarat
untuk menunjukan hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian
pneumonia pada balita, karena p-value 0,005 > 0,05 (taraf signifikansi 5%).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan
kejadian pneumonia pada balita di puskesmas Jetis II Bantul Yogyakarta.
Kata Kunci: Balita, Pneumonia, Status Gizi.