Abstract :
Latar Belakang: Remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan
perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Seiring
dengan perkembangan zaman, remaja banyak melakukan pernikahan dini.
Indonesia termasuk negara dengan angka pernikahan usia muda tertinggi ke dua di
ASEAN sebanyak 22.000. Provinsi DIY kasus pernikahan dini paling banyak
terjadi di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 11,29%. Kurangnya pengetahuan
tentang kesehatan reproduksi menjadi salah satu faktor penyebab melakukan
pernikahan dini.
Tujuan: Mengetahui apakah KIE kesehatan reproduksi efektif meningkatkan
pengetahuan tentang pernikahan dini pada remaja di SMK Muhammadiyah 2
Ponjong Gunungkidul.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen dengan
rancangan penelitian one group pretest-posttest. Pengambilan sampel
menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 88.
Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pada variabel pernikahan dini dan
KIE kesehatan reproduksi. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji Paired
Sample T Test.
Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa sebelum diberikan KIE dalam kategori
baik sebanyak 71 responden (80,7%), sedangkan setelah diberikan KIE meningkat
sebanyak 76 responden (86,4%). Analisis uji Paired Sample T Test dengan pretest
dan posttest menunjukkan bahwa Nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000.
Kesimpulan: Ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan KIE kesehatan
reproduksi terhadap peningkatan pengetahuan tentang pernikahan dini. Hasil
analisis pengetahuan, tingkat pengetahuan cukup dan kurang mengalami
penurunan dimana beberapa responden mengalami peningkatan pengetahuan
kearah baik. Peningkatan pengetahuan ini disebabkan karena adanya KIE.
Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, KIE, Pernikahan Dini, Remaja