Abstract :
Latar Belakang: Masa remaja yaitu fase rawan remaja melakukan kecenderungan
ingin melakukan segala aktivitas tanpa memikirkan sebab akibat. Penyelesaian
masalah pada remaja biasanya dengan tawuran, berkelahi, menghina, dan kekerasan
lainnya. Perilaku agresif merupakan tingkah laku untuk menyakiti orang lain. Salah
satu penyebab terjadinya perilaku agresif karena rancunya harga diri remaja. Remaja
yang memiliki penilaian diri yang positif terhadap dirinya, maka cenderung memiliki
harga diri yang tinggi dan sebaliknya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku agresif dengan
harga diri pada siswa kelas VII - IX di SMP Nasional Bantul.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian
descriptive correlational. Menggunakan pendekatan cross sectional (potong lintang).
Penelitian ini melibatkan 73 siswa kelas VII ? IX di SMP Nasional Bantul. Instrumen
yang digunakan pada dua variabel peneitian yaitu kuesioner dan dianalisis dengan uji
Spearmen.
Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perilaku agresif
dalam tingkatan tinggi dengan persentase 78.8%. sedangkan untuk harga diri berasa
pada tingkatan tinggi dengan persentase 75.8%. berdasarkan analisis Spearman
bahwa nilai p ? value 0.011 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan perilaku
agresif dengan harga diri pada siswa kelas VII ? IX di SMP Nasional Bantul.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan perilaku agresif dengan harga diri
pada siswa kelas VII ? IX di SMP Nasional Bantul.
Kata Kunci: Perilaku Agresif, Harga Diri, Remaja