Abstract :
Latar Belakang : Meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia akan
mengakibatkan pergeseran pada penyakit tidak menular yaitu hipertensi. Hipertensi
merupakan masalah yang sangat serius dengan peningkatan tekanan darah sistolik
diatas 140 MmHg dan tekanan darah diastolik diatas 90 MmHg. Lansia hipertensi
membutuhkan pengobatan jangka panjang serta keberhasilannya dapat dipengaruhi
oleh kepatuhan kontrol. Lansia yang tidak patuh melakukan pengobatan akan
berdampak pada tekanan darah yang tidak terpantau. Dukungan keluarga diperlukan
sebagai bentuk motivasi dukungan bagi lansia hipertensi untuk selalu kontrol rutin agar
dapat mempertahankan derajat kesehatannya.
Tujuan : Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol
penderita hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kasihan II Bantul
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi yang bersifat
kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah
53 lansia dengan hipertensi peserta program pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS)
di Puskesmas Kasihan II Bantul dengan teknik total sampling dengan memperhatikan
kriteria inklusi dan eksklusi. Kepatuhan kontrol dilihat dari absensi kehadiran peserta
PROLANIS dan dukungan keluarga diukur dengan kuesioner dukungan keluarga.
Analisis bivariat menggunakan uji koefisien kontingensi.
Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukan dukungan keluarga sebagian besar
dalam kategori baik (62,2%) dan kepatuhan kontrol sebagian dalam kategori patuh
(84,4%). Uji bivariat menunjukan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan
kepatuhan kontrol pada lansia hipertensi di Puskesmas Kasihan II Bantul (?=0,000).
Simpulan : Dukungan keluarga yang baik memiliki peran terhadap kepatuhan kontrol
lansia untuk memonitor tekanan darah di Puskesmas Kasihan II Bantul.
Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Kepatuhan Kontrol, Hipertensi
Latar Belakang : Meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia akan
mengakibatkan pergeseran pada penyakit tidak menular yaitu hipertensi. Hipertensi
merupakan masalah yang sangat serius dengan peningkatan tekanan darah sistolik
diatas 140 MmHg dan tekanan darah diastolik diatas 90 MmHg. Lansia hipertensi
membutuhkan pengobatan jangka panjang serta keberhasilannya dapat dipengaruhi
oleh kepatuhan kontrol. Lansia yang tidak patuh melakukan pengobatan akan
berdampak pada tekanan darah yang tidak terpantau. Dukungan keluarga diperlukan
sebagai bentuk motivasi dukungan bagi lansia hipertensi untuk selalu kontrol rutin agar
dapat mempertahankan derajat kesehatannya.
Tujuan : Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol
penderita hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kasihan II Bantul
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi yang bersifat
kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah
53 lansia dengan hipertensi peserta program pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS)
di Puskesmas Kasihan II Bantul dengan teknik total sampling dengan memperhatikan
kriteria inklusi dan eksklusi. Kepatuhan kontrol dilihat dari absensi kehadiran peserta
PROLANIS dan dukungan keluarga diukur dengan kuesioner dukungan keluarga.
Analisis bivariat menggunakan uji koefisien kontingensi.
Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukan dukungan keluarga sebagian besar
dalam kategori baik (62,2%) dan kepatuhan kontrol sebagian dalam kategori patuh
(84,4%). Uji bivariat menunjukan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan
kepatuhan kontrol pada lansia hipertensi di Puskesmas Kasihan II Bantul (?=0,000).
Simpulan : Dukungan keluarga yang baik memiliki peran terhadap kepatuhan kontrol
lansia untuk memonitor tekanan darah di Puskesmas Kasihan II Bantul.
Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Kepatuhan Kontrol, Hipertensi