Abstract :
Latar Belakang: Tahun 2014 di Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat 53,339 wanita aktif
pengguna KB. Dari data tersebut alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah
IUD sebanyak 18,134 pengguna dan yang paling sedikit adalah MOP 565 pengguna.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku KB yaitu: Umur, tingkat pendidikan,
tingkat pengetahuan, status pekerjaan, jumlah anak, sikap dan perilaku petugas.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan
PUS dengan perilaku KB di Dusun Metes Desa Argorejo Kecamatan Sedayu Kabupaten
Bantul
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Observasional Analitik dengan
pendekatan Cross Sectional Study. Pemilihan responden dengan menggunakan teknik
Quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan analisis menggunakan
uji chi square.
Hasil: Menunjukan bahwa mayoritas responden tamat pendidikan menengah dan mayoritas
responden memiliki tingkat pengetahuan cukup. Perilaku KB dibagi menjadi tiga yaitu:
penggunaan, pemilihan dan pergantian KB. Hasil didapatkan bahwa tigkat pendidikan tidak
mempengaruhi perilaku KB. Sedangkat tingkat pengetahuan juga tidak mempengarhui
perilaku KB.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku KB, karena
tingkat pendidikan tidak menjadi landasan seseorang dalam berperilaku KB, setiap orang
memiliki pertimbangan masing-masing sesuai dengan saran dari petugas kesehatan. Tidak
ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku KB, hal ini karena semakin baik
tingkat pengetahuan seseorang terhadap KB maka semakin kritis pemikirannya dalam
memutuskan untuk berperilaku KB.
Kata Kunci: Perilaku KB, Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan,