Abstract :
Latar Belakang : Penyakit kardiovaskuler merupakan masalah utama di
Indonesia yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas. Penyakit- penyakit
sistem kardiovaskuler dan pembuluh darah sering ditemukan pada usia lanjut.
Indonesia diperkirakan jumlah lansia tahun 2020 sebanyak (27,08 juta). Individu
dengan penyakit kardiovaskuler disarankan untuk melaksanakan self management
sebagai salah satu manajemen penyakit dalam kehidupan sehari-hari. Pengolaan
diri self management dengan cara melakukan integrasi diri, regulasi diri, interaksi
dengan tenaga kesehatan dan lainnya, pemantauan tekanan darah dan kepatuhan
terhadap aturan yang dianjurkan
Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan Self Management terhadap Tekanan
Darah Lansia Hipertensi Di Prolanis Puskesmas Kasihan II.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif
dengan pendekatan cross secsional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 46
orang yang mengikuti kegiatan Prolanis Puskesmas Kasihan II Bantul
Yogyakarta. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik Total sampling.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner self management hipertensi dan
pengukuran tekanan darah menggunakan sypgmomanometer.
Hasil Penelitian: Responden dengan self management hipertensi diperoleh hasil
terdapat hubungan antara self management dengan tekanan darah lansia hipertensi
di Prolanis Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta (p= 0,036 < 0,05) dan faktor
yang mempengaruhi paling dominan integrasi diri p value 0,008 < 0,05 dengan
koefisien (B) 0,341 dan nilai (t) 2,801.
Kesimpulan: terdapat hubungan antara self management dengan tekanan darah
lansia hipertensi Di Prolanis Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta
Kata Kunci : Lansia, Self Management, Tekanan darah Hipertensi