Abstract :
Latar Belakang : Kepatuhan minum obat merupakan perilaku pasien yang patuh
terhadap instruksi dan petunjuk yang diberikan dalam bentuk terapi yang
ditentukan seperti latihan, pengobatan atau menepati pertemuan dengan dokter.
Penyebab meningkatnya penyakit DM di Indonesia salah satunya adalah
ketidakpatuhan dalam minum obat. Ketidakpatuhan tersebut dikarenakan
kurangnya pengetahuan pasien tentang penyakit yang dideritanya, sehingga
kesadaran terhadap penyakitnya kurang diperhatikan. Untuk meningkatkan
kepatuhan minum obat pada pasien yaitu dengan mengikutsertakan pasien dalam
PROLANIS. Keikutsertaan program tersebut diharapkan dapat meningkatkan
kepatuhan pasien dalam minum obat.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan keikutsertaan program pengelolaan
penyakit kronis dengan kepatuhan minum obat pasien DM di Puskesmas Kasihan
II Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dan desain
penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada
penelitian ini berjumlah 78 orang, dengan teknik pengambilan sampel purposive
sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Data telah dianalisis
dengan uji Contingency Coefficient.
Hasil Penelitian : Hasil uji statistic Contingency Coefficient didapatkan hasil
kekutsertaan Prolanis dengan kepatuhan minum obat dengan nilai p value sebesar
0,000 <0,005. Hipotesis Ha diterima artinya terdapat hubungan keikutsertaan
Prolanis dengan kepatuhan minum obat, dengan korelasi yang kuat sebesar 0,658.
Simpulan : Terdapat hubungan keikutsertaan Prolanis dengan kepatuhan minum
obat pasien DM di Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta.
Kata Kunci : Keikutsertaan Prolanis, Kepatuhan Minum Obat.