Abstract :
Latar Belakang: Upaya pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dengan
pengendalian fertilitas melalui program KB, hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia
tahun 2015 unmet need KB di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 14,4% sehingga
pencapaiannya 73,6% dimana angka ini mengalami peningkatan dari tahun-tahun
sebelumnya. Presentase unmet need pada wanita berstatus menikah umur 15-49 tahun di
Indonesia adalah 14,4%, 7,9 % untuk pembatasan kelahiran dan 6,5% untuk penundaan
kelahiran.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan dukungan suami dengan pemenuhan kebutuhan
KB pada pasangan usia subur (PUS) di Dusun Metes Desa Argorejo Kecamatan Sedayu
Bantul
Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah dengan rancangan cross sectional. Metode
analisis data dengan menggunakan chi square . Populasi sebanyak 181 orang pasangan usia
subur dan 158 orang unmet need. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 123 meet need dan
112 orang unmet need yang diambil dengan teknik quota sampling.
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji korelasi chi-square diperoleh nilai signifikansi
(probabilitas) 0,00. Probabilitas kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05). Simpulan bahwa ada
Hubungan antara dukungan suami dan pemenuhan kebutuhan program KB pada PUS yang
berada di Dusun Metes Kecamatan Sedayu Bantul Desa Argorejo.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini menujukkan, mayoritas responden mengalami unmet need
disebabkan oleh semakin tinggi dukungan suami maka akan menurunkan angka unmet need.
Lemahnya hubungan antara dukungan suami dengan pemenuhan kebutuhan KB di sebabkan
oleh kurangnya dukungan emosional dari suami seperti suami membandingkan istri dengan
tetangga yang mengalami efek samping KB.
Kata Kunci: Pasangan Usia Subur, pemenuhan KB, Dukungan Suami.