Abstract :
Latar Belakang : Jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM) di Indonesia telah
mencapai 9,1 juta orang. Prevalensi diabetes terkait usia meningkat dari 5,9 % sampai
7,1 % atau (246 juta jiwa) diseluruh dunia, pada kelompok usia 20-79 tahun. DM
merupakan penyakit yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah dan
tidak dapat disembuhkan sehingga memerlukan dukungan keluarga dalam
menjalankan pengobatan serta perawatan mandiri (self care) pasien diabetes seperti
mengatur pola makan (diet), aktifitas fisik (olahraga), pemantauan kadar gula darah,
minum obat, dan pemeriksaan kaki.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan
keluarga dengan self care pada lansia dengan DM Tipe 2 di Puskesmas Kasihan II
Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan
racangan penelitian crossectional. Tekhnik pengambilan sampel dilakukan dengan
menggunakan tekhnik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 37 orang,
instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan aktivitas self
care. untuk mengetahui variabel yang diteliti menggunakan analisis SPSS 22 for
windows.
Hasil Penelitian: Responden dengan dukungan keluarga baik sebanyak 30 responden
(81.1%) dan kurang sebanyak 7 responden (18.9%). Untuk self care kategori baik
sebanyak 28 responden (75.7%) dan kategori kurang sebanyak 9 responden (24.3%).
Hasil penelitian dengan uji chi square menunjukkan adanya hubugan yang bermakna
antara dukungan keluarga dengan self care pada lansia dengan Diabetes Mellitus tipe
II di puskesmas kasihan II Bantul Yogyakarta dengan nilai p value (0.000) < (0.05)
Kesimpulan : Terdapat hubugan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan
self care pada lansia dengan Diabetes Mellitus tipe II di puskesmas kasihan II Bantul
Yogyakarta.
Kata Kunci : Diabetes Mellitus pada lansia, Self Care, Dukungan Keluarga