Abstract :
Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyakit peradangan paru pada bagian
parenkim yang biasa terjadi pada anak?anak, balita usia 0-24 bulan lebih rentan
terjangkit pneumonia dibandingkan dengan anak usia di atas 2 tahun. Pada tahun
2015 insiden pneumonia pada balita mencapai 15% dari seluruh kasus kematian
anak dibawah usia lima tahun yakni sebanyak 920.136 kasus atau sekitar 2.500
balita perhari di dunia. Hygiene lingkungan rumah adalah suatu cara pengawasan
masyarakat yang menitikberatkan berbagai faktor lingkungan yang mungkin
mempengaruhi kesehatan masyarakat. Hygiene lingkungan rumah merupakan
salah satu yang bisa menyebabkan kejadian pneumonia pada balita.
Tujuan: Mengetahui adanya hubungan hygiene lingkungan rumah dengan
kejadian pneumonia pada anak di wilayah kerja Puskesmas Jetis II Bantul
Yogyakarta.
Metode Penelitian : Desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan
deskriptif korelasi. Responden penelitian ini adalah balita yang mengalami
pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Jetis II Bantul Yogyakarta yang berjumlah
74 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan
analisis data menggunakan uji Chi Square.
Hasil: Mayoritas hygiene lingkungan rumah responden yaitu dengan keadaan
rumah tidak sehat sebanyak 47 responden (82,5%) dengan kejadian penumonia
pada balita sebanyak 51 responden (89,5%). Hasil analisis untuk nilai symmetric
pada uji statistik chi square menunjukan angka p-value sebesar 0,952 dibawah
0,05 artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara hygiene lingkungan rumah
dengan pneumonia pada balita.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan hygiene lingkungan rumah
dengan pneumonia pada balita.
Kata Kunci: Hygiene Lingkungan Rumah, Pneumonia.