Abstract :
Latar Belakang: Prevalensi penderita Diabetes Melitus di seluruh dunia pada
tahun 2015 mencapai 422 juta penduduk dunia, angka tersebut menunjukkan
peningkatan sebesar 11 juta dari tahun 2013. Diabetes Melitus termasuk dalam 7
masalah kronis utama pada lanjut usia, sehingga penting bagi lansia untuk terus
melakukan perawatan dan pengobatan guna mencapai kualitas hidup yang baik.
Dukungan sosial keluarga berupa emosional, penghargaan, instrumental, dan
informasi menjadi hal yang cukup berperan dalam meningkatkan kualitas hidup
pasien Diabetes Melitus.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan
sosial keluarga dengan kualitas hidup lansia pasien Diabetes Melitus kelompok
Prolanis di Puskesmas Kasihan 2 Bantul.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif
dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 40 responden
dengan total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Hensarling
Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan Diabetes Quality of Life (DQOL).
Uji normalitas pada analisis univariat menggunakan Kolmogorov-smirnov dengan
p value > 0,05. Analisis bivariat menggunakan korelasi Chi-Square.
Hasil : Karakteristik responden diperoleh 75% berusia >60 tahun, 60% jenis
kelamin perempuan, 37% berpendidikan SMP, dan 50% merupakan IRT. Hasil uji
korelasi antar variabel dengan Chi-Square sebesar 0,749 (p>0,05) menunjukkkan
tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kualitas hidup
lansia pasien Diabetes Melitus kelompok Prolanis di Puskesmas Kasihan 2
Bantul, sedangkan pada dimensi emosional didapat 55,0% baik, dimensi
penghargaan 55,5% baik, dimensi instrumental 50,0% baik, dan dimensi
informasi 50,0% kurang.
Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan
kualitas hidup lanjut usia pasien Diabetes Melitus kelompok Prolanis di
Puskesmas Kasihan 2 Bantul.
Kata kunci : Diabetes Melitus, Lansia, Kualitas Hidup, Dukungan Sosial
Keluarga