Abstract :
Latar Belakang : Skizofrenia adalah gangguan neurobiologis komplek sirkuit otak neurotransmiter, defisitneuroanatomikal, kelainan neuroelektrikal, dan siregulasi neurosirkulatori. Skizofrenia akhirnya menyebabkan otak miswired dan
gejala klinis. Kepatuhan pada pasien skizofrenia terdiri dari kepatuhan terapi
setelah pengobatan (kontrol), Penderita skizofrenia dikatakan patuh minum obat
jika meminum obat sesuai dosis, frekuensi, waktu, dan benar obat.Keluarga
memiliki peran penting untuk memotivasi penderita dalam menjalankan
pengobatan. Oleh karena itu, dukungan keluarga sangat mempengaruhi dalam
menjalankan pengobatan maupun terapi.
Tujuan penelitian : untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan
Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Skizofrenia di Puskesmas Temon I Kulon
Progo Yogyakarta.
Metode : penelitian analitik kuantitatif. Dengan pendekatan penelitian cross
sectional. Populasi penelitian ini seluruh keluarga yang memiliki penderita
skizofrenia di Puskesmas Temon I Kulon Progo Yogyakarta berjumlah 58
keluarga. Pengambilan sampel dengan metode total sampling. Analisis data yang
digunakan adalah Koefisien Kontingensi dan Koefisien Korelasi.
Hasil : penelitian dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada
penderita skizofrenia di Puskesmas Temon I Kulon Progo Yogyakarta masuk
dalam kategori dukungan keluarga baik yaitu sebesar (51,7%), angka kepatuhan
minum obat pada penderita skizofrenia di Puskesmas Temon I Kulon Progo
Yogyakarta sebesar (79,3%). ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita skizofrenia di Puskesmas Temon I Kulon Progo Yogyakarta didapatkan nilai p= 0,000 (p<0,05) dan didapatkan nilai keeratan hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat dengan arah
hubungan dengan kategori sedang (r= 0,474)
Kesimpulan :Peran serta dukungan keluarga yang baik akan mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat pada penderita skizofrenia
Kata Kunci : Dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, skizofrenia