Abstract :
Latar belakang: Jumlah posyandu yang ada di Indonesia sangat berkembang pesat yaitu
pada tahun 2009 terdapat 266.827 unit, dan tahun 2014 tercatat sebanyak 330.000 unit
posyandu yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Kader adalah seorang tenaga sukarela
yang direkrut dari dan oleh masyarakat yang bertugas membantu kelancaran pelayanan
kesehatan. Pengetahuan kader yang baik akan memberikan pelayanan dan memberikan
informasi kesehatan lansia yang datang ke posyandu. Keaktifan kader adalah keterlibatan
kader dalam kegiatan kemasyarakatan yang merupakan pencerminan akan usahanya untuk
memenuhi berbagai kebutuhan yang dirasakan dan pengabdian terhadap pekerjaan sebagai
kader. Semakin aktif kader posyandu maka semakin banyak pengalaman yang di dapatkan
dan semakin baik dalam menangani lansia yang datang untuk berobat.
Tujuan penelitian: Mengetahui adanya hubungan pengetahuan dengan keaktifan kader
dalam melaksanakan kegiatan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Pandak II Bantul
Yogyakarta.
Metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan rancangan cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 210 kader posyandu lansia yang ada di
Wilayah Kerja Puskesmas Pandak II Bantul Yogyakarta. Sampel dalamm penelitian ini
berjumlah 68 kader posyandu lansia yang diambil dengan teknik Cluster Random Sampling
yaitu pengambilan sampel dengan secara berkelompok dengan pertimbangan tertentu sesuai
dengan kriteria inklusi dan eklusi. Data yang telah dikumpulkan kemudian di analisis
menggunakan uji statistik kendall tau.
Hasil penelitian: hasil penelitian menunjukan bahwa kader yang berpengetahuan baik yaitu
sebanyak 29 kader (42,6%) dan sebagian kader yang memiliki keaktifan yang aktif sebanyak
60 kader (88,2%). Berdasarkan analisis kendall tau diperoleh hasil nilai p = 0,000 (p>0,05).
Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dengan keaktifan kader dalam
melaksanakan kegiatan posyandu lansia.
Kata kunci: Pengetahuan, Keaktifan dan Posyandu lansia