Abstract :
Latar Belakang : HIV AIDS merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan
Virus HIV yang sampai saat ini belum di temukan obat maupun vaksinasinya. Orang
yang hidup dengan virus HIV disebut ODHA. Penularannya melalui perilaku seks
beresiko, pertukaran darah atau organ seperti penggunaan jarum suntuk tidak steril dan
dari ibu kepada anaknya pada saat hamil melahirkan dan menyusui. ODHA sering
mendapatkan stigma dan diskriminasi, sehinga timbul gangguan konsep diri.
Tujuan Penelitian : Mengetahui gangguan konsep diri orang dengan HIV AIDS di
wilayah Puskesmas Srandakan Bantul.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi.
Populasi berjumlah sembilan orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah enam orang
yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Srandakan yang diambil
menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri
menggunakan pedoman wawancara dan alat perekam suara, pengambilan data dengan
wawancara mendalan. Validasi data dengan triangulasi, analisis data dengan transkrip
wawancara,meening unit, mengorganisir data, abstraksi data.
Hasil : Penelitian ini berhasil mengidentifikasi adanya gangguan konsep diri pada enam
partisipan. Tema perubahan terdiri dari harga diri, identitas diri, peran diri dan gambaran
diri. Perubahan tema setiap partisipan berbeda ? beda, tidak setiap partisipan
mengalami perubahan semua tema.
Kesimpulan : Semua partisipan mengalami gangguan konsep diri. Perubahan tema dalam konsep diri karena adanya perubahan orientasi jenis kelamin, orientasi perkawinan, orientasi pekerjaan, fisik dan fungsi tubuh, peran dalam rumah tangga,
peran dalam pekerjaan, peran dalam masyarakat, harga diri rendah.
Kata kunci : HIVAIDS, stigma dan diskriminas, konsep diri.