Abstract :
Latar Belakang : Remaja merupakan populasi terbesar yang jumlahnya menduduki seperlima
dari total penduduk dunia, sedangkan di Indonesia prosentase remaja mencapai 26,7%. Populasi
remaja yang besar selayaknya menjadi perhatian ekstra untuk masa depan bangsa yang
ditentukan oleh remaja. Studi pendahuluan menggambarkan bahwa cukup banyak siswa di SMK
N 2 Sewon memiliki masalah kecerdasan emosional (EQ). Remaja dengan EQ rendah
menyebabkan mudah stress, depresi, sulit bergaul dan belajar serta lebih ?emosional? sehingga
berisiko melakukan perilaku menyimpang. Sebagai penyelesaian dari fenomena tersebut, remaja
dituntut untuk memiliki kecerdasan emosional yang tinggi didukung oleh lingkungan sosial yang
baik khususnya dari orang tua.
Tujuan : Mengetahui hubungan dukungan sosial orang tua dengan kecerdasan emosional (EQ)
pada remaja kelas X di SMK N 2 Sewon Bantul.
Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan rancangan cross sectional
dilakukan di SMK N 2 Sewon Bantul. Populasi sebanyak 285 siswa. Pengambilan sampel dengan
teknik Proportional Stratified Random Sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi
sejumlah 149 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan sosial orang
tua dan EI (Emotional Intelligent). Uji bivariat menggunakan uji statistik Spearman Rank.
Hasil: Mayoritas responden adalah perempuan 87 siswa (58,4%) dan berusia 16 tahun sebanyak
72 siswa (48,3%), dukungan sosial keluarga dalam kategori cukup baik yaitu 79 (53%) dan tingkat
EQ dalam kategori sedang sebanyak 119 siswa (79,9%). Analisis uji korelasi didapat p-value =
0,354.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan kecerdasan
emosional remaja kelas X di SMK N 2 Sewon. Keeratan hubungan antar variabel sangat lemah
dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,077.
Kata Kunci : Dukungan Sosial Orang Tua, Emotional Intelligence, Kecerdasan Emosional,
Remaja.