Abstract :
Latar Belakang : Balita yang memiliki perkembangan psikososial yang kurang
lengkap, akan memiliki sifat negatif, seperti tidak percaya diri, malu-malu, selalu
bersalah, rendah diri dan mengasingkan diri dari orang lain. Orang tua memiliki
peranan penting dalam menentukan tumbuh kembang anak salah satunya dengan
memiliki pengetahuan yang baik.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara pengetahuan stimulasi
psikososial orang tua terhadap perkembangan psikososial balita stunting di
Puskesmas Sedayu II Bantul.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan kuantitatif induktif dengan
pendekatan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 91
responden menggunakan teknik proportional stratified random sampling.
Instrumen penelitian menggunakan kuesioner modifikasi pengetahuan stimulasi
psikososial dan kuesioner perkembangan psikososial balita. Pengolahan data
menggunakan uji statistik spearman rank.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas responden
memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebayak 59 reponden (64,8%)
sedangkan balita dengan perkembangan psiksosial tidak menyimpang yaitu
sebanyak 75 anak (82,4%). Berdasarkan analisis spearman rank diperoleh hasil p
= 0,001 (p<0,05) yang artinya terdapat hubungan antara pengetahuan tetang
stimulasi perkembangan psikososial orang tua dengan perkembangan psikososial
anak usia toddler dan prasekolah stunting di Puskesmas Sedayu II Bantul.
Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan tetang stimulasi perkembangan
psikososial orang tua dengan perkembangan psikososial anak usia toddler dan
prasekolah stunting di Puskesmas Sedayu II Bantul
Kata kunci : pengetahuan, perkembangan psikososial, stunting