Abstract :
Latar Belakang : Meningkatnya penduduk lansia di Indonesia mengakibatkan
pergeseran pola penyakit tidak menular seperti hipertensi. Hipertensi merupakan
penyakit degeneratif terutama terjadi pada lansia, yaitu ditandai dengan
meningkatnya tekanan darah di atas normal ?140/90 mmHg. Lansia hipertensi
membutuhkan penanganan hipertensi salah satunya dengan mengubah pola makan
dan mengurangi makanan yang mengandung natrium. Persepsi tentang diet rendah
garam serta motivasi yang diberikan dari keluarga dan orang terdekat dapat
membantu pasien untuk patuh dalam menjalankan diet serta mengontrol tekanan
darah.
Tujuan : Mengetahui hubungan persepsi tentang diet rendah garam dan motivasi
kepatuhan diet dengan tekanan darah pada lansia hipertensi di wilayah Puskesmas
Kasihan II Bantul .
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi yang bersifat
kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian
berjumlah 45 lansia hipertensi peserta program pengelolaan penyakit kronis
(PROLANIS) di Puskesmas Kasihan II Bantul dengan tehnik total sampling.
Instrumen penelitian ini adalah sphygmomanometer dan stetoskop untuk
mengukur tekanan darah, kuesioner persepsi tentang diet rendah garam dan
kuesioner motivasi kepatuhan diet.
Hasil Penelitian : Hasil peneltian menunjukkan bahwa responden yang memiliki
persepsi diet rendah garam dan motivasi kepatuhan yang baik, dan 71,1%
responden yang memiliki tekanan darah normal. Berdasarkan hasil analisa data
menggunakan uji Spearman Rank, didapatkan nilai p-value=0,000 yang
menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi diet rendah
garam dan motivasi kepatuhan diet dengan tekanan darah pada lansia.
Simpulan : Persepsi diet rendah garam dan motivasi kepatuhan diet memiliki
peran terhadap tekanan darah pada lansia dengan riwayat hipertensi.
Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Motivasi, Persepsi