Abstract :
Latar Belakang:Diabetes Melitus (DM) tipe 2 berdampak negatif terhadap fisik
maupun psikologis yang dialami oleh pasien DM tipe 2 salah satunya yaitu
kecemasan yang dapat menjadi ancaman dan ketidaknyamanan pada pasien
DMtipe 2. Selain tingkat kecemasan pasien DM tipe 2 juga memiliki tingkat stress
yang tinggi sehingga pasien tidak dapat mengontrol glikemik dan menjadikan
kondisinya semakin memburuk.
Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat
kecemasan dengan tingkat stress pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang
Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 37 pasien DMtipe 2 yang
menjalani rawat inap di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Wates Kabupaten
Kulon Progo yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang
digunakan yaitu kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale untuk mengukur tingkat
kecemasan dan Perceived Stress Scale untuk mengukur tingkat stress dan di
analisis menggunakan Uji Spearman.
Hasil Penelitian : Penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar berada pada
kategori kecemasan berat yaitu sebanyak 18 responden (48,6%), sedangakan
prevalensi tingkat stresssebagian besar berada pada kategori stress berat yaitu
sebanyak 22 responden (59,5%). Hasil Uji korelasi menggunakan Spearman
didapatkan nilai ?-value 0,000 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan
antara tingkat kecemasan dengan tingkat stress pada pasien Diabetes Melitus tipe
2di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo.
Kesimpulan : Penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat
kecemasan dengan tingkat stress pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di ruang
rawat inap penyakit dalam RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo.
Kata Kunci : Kecemasan, Stress, Diabetes Melitus tipe 2