Abstract :
Latar Belakang: Posyandu balita merupakan wadah atau tempat pemeliharaan kesehatan yang dikelola oleh dan untuk masyarakat yang terkoordinasi dengan petugas di
puskesmas. Pelaksanaan teknis kegiatan posyandu yaitu puskesmas dan pelaksana yang berasal dari masyarakat yang bersedia secara sukarela menjadi kader di kegiatan
posyandu. Tinggi rendahnya keaktifan seorang kader dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. salah satunya adalah motivasi. Berdasarkan studi pendahuluan
menggambarkan Desa Poncosari memiliki jumlah kader sebanyak 187 kader. Jumlah
kader yang aktif dan terlatih dalam menjalankan 5 pokok kegiatan posyandu sebanyak
137 kader dan yang tidak aktif dalam melaksanakan kegiatan posyandu dan belum terlatih
sebanyak 50 kader dari total kader yang ada di 24 posyandu.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kader
dengan keaktifan kader dalam melaksanakan kegiatan posyandu.
Metodologi
: Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan
cross secsional . Responden penelitian 56 kader posyandu balita di Desa Poncosari
wilayah kerja Puskesmas Srandakan Bantul Yogyakarta. Variabel yang diamati adalah
motivasi kader dengan keaktifan kader posyandu balita. Analisis data penelitian
menggunakan korelasi Spearman Rank.
Hasil
: Terdapat hubungan motivasi kader dengan keaktifan kader dalam
melaksanakan kegitan posyandu di Desa Poncosari wilayah kerja Puskesmas Srandakan
Bantul Yogyakarta p-value=0,002 dengan tingkat keeratan lemah (r = 0,398)
Kesimpulan : Kader posyandu di Desa Poncosari wilayah kerja Puskesmas Srandakan
Bantu Yogyakarta sebagian besar termotivasi dan aktif melaksanakan kegitan posyandu
balita
Kata Kunci : Kader Posyandu, Keaktifan, Motivasi