Abstract :
Latar belakang: Berkembangnya berbagai macam penyakit metabolik salah
satunya berasal dari life style atau gaya hidup masyarakat saat ini, terutama pada
perubahan pola makan dan kurangnya aktivitas fisik, salah satunya yaitu diabetes
melitus (DM). Penderita DM tipe 2 yang memiliki gangguan psikologis terutama
kecemasan dan depresi meningkatkan kurangnya manajeman dan hasil terapi
dibandingkan dengan yang tidak ada gangguan psikologis. Penderita DM tipe 2
yang memiliki gangguan psikologis terutama kecemasan akan semakin
memperburuk kadar glukosa darah pasien. Tingginya prevalensi kecemasan dan
depresi pada penderita DM tipe 2 mempunyai signifikasi terhadap implikasi
negative, berhubungan rendahnya kualitas hidup, gangguan aktivitas perawatan
diri, tingginya biaya perawatan kesehatan dan meningkanya resiko
berkembangnya komplikasi DM tipe 2 dan meningkatnya angka kematian
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kadar gula darah
sewaktu pada pasien DM tipe 2 di Ruang Aster RSUD Dr.Tjitrowardojo
Purworejo.
Metode : Desain penelitiannya adalah korelasional dengan menggunakan teknik
cross sectional. Pemilihan sampling dengan probability sampling yaitu sebanyak
36 responden. Analisa data menggunakan Spearman Rank corellation dengan
taraf signifikasi 0,05% untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kadar gula
darah sewaktu pada pasien DM tipe 2 di Ruang Aster RSUD Dr.Tjitrowardojo
Purworejo.
Hasil: Dari hasil data didapatkan kecemasan berat sebanyak 27 responden
(75,0%) dan 35 responden (97,2%) masuk dalam kategori kadar GDS diatas
normal. Hasil uji korelasi Spearman Rank diperoleh hasil yang signifikan
(p=0,028)< 0,05. Ha diterima dan Ho ditolak berarti ada hubungan antara
kecemasan dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di RSUD Dr
Tjitrowardojo Purworejo.
Simpulan: Ada hubungan antara kecemasan dengan kadar gula darah pada pasien
diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo.
Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, GDS, Kecemasan