Abstract :
Latar Belakang: Aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dilakukan oleh
otot tubuh dan sistem penunjangnya serta memerlukan pengeluaran energi.
Remaja membutuhkan aktivitas fisik karna akan menguntungkan mereka untuk
proses pertumbuhan untuk waktu yang panjang. Salah satu manfaat aktivitas
fisik pada remaja adalah membantu menurunkan kecemasan, stress dan depresi
yang merupakan penyebab dari PMS. Salah satu gejala dari PMS yaitu seperti
payudara yang membengkak, rasa penuh pada panggul, perubahan tingkah laku
atau emosi, sakit kepala dan sakit pinggang. Penelitian yang dilakukan oleh
pelayanan kesehatan Ramah Remaja (PKRR) dibawah naungan WHO tahun
2005 menyebutkan bahwa Gangguan menstruasi menjadi permasalahan utama
pada wanita di Indonesia yaitu sebanyak (38,45%).
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Gambaran hubungan aktifitas fisik dengan
upaya penanganan premenstruasi syndrom pada remaja di SMA N 1 Gamping.
Metode Penelitian: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi.
Metode analisis data dengan reduksi data, menyajian data dan penarikan
kesimpulan.
Hasil Penelitian: Terdapat 2 tema utama antara lain 1) Penggunaan tehnik non farmakologi untuk mengurangi atau mencegah pms. 2) Gejala nyeri dan emosi berkurang setelah melakukan olahraga.
Kesimpulan: Penggunaan tehnik non farmakologi dapat digunakan untuk mengurangi atau mencegah PMS sehingga gejala nyeri dan emosi yang dirasakan pada remaja putri yang mengalami pms dapat berkurang setelah
melakukan olahraga dan penggunaan tehnik non farmakologi.
Kata Kunci: Aktivitas fisik, penanganan pramenstruasi syndrom.