Abstract :
Latar Belakang: Wanita usia subur (WUS) adalah wanita yang berada pada periode umur
15-49 tahun dengan jumlah sebanyak 69.739.202 jiwa pada tahun 2016. Kesehatan WUS
pranikah merupakan awal peningkatan mutu kesehatan reproduktif yang diawali dengan
memiliki status gizi yang baik. Status sosial ekonomi sudah lama dicermati sebagai salah
satu faktor yang berpengaruh terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi
dengan status gizi pada WUS pranikah di Kabupaten Bantul.
Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret hingga Mei 2018 di
Kabupaten Bantul dengan desain analitik observasional dengan rancangan penelitian cross
sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 190 WUS pranikah yang diambil dengan
menggunakan teknik quota sampling. Data sosial ekonomi didapat melalui kuesioner, status
gizi dengan indeks massa tubuh. Data dianalisis secara univariat dan bivariate
menggunakan Uji Chi Square.
Hasil Penelitian: Sebesar 41,1% responden memiliki status gizi tidak normal, yaitu status
gizi kurus sebesar 16,3% dan status gizi lebih sebesar 24,7% responden, dengan mayoritas
pendidikan responden adalah tinggi (57,4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat
pendidikan tidak berhubungan secara signifikan dengan status gizi pada WUS (p=0,139),
status pekerjaan tidak berhubungan secara signifikan dengan status gizi (p=0,056) dan
tingkat pendapatan tidak berhubungan secara signifikan dengan status gizi pada WUS
pranikah di Kabupaten Bantul (p=0,378).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan, tingkat
pendapatan, dan status pekerjaan dengan status gizi pada WUS pranikah di Kabupaten
Bantul Yogyakarta.
Kata Kunci : Status Sosial Ekonomi, Status Gizi, Wanita Usia Subur Pranikah