Abstract :
Latar Belakang: Meningkatnya penduduk lansia menimbulkan masalah terutama
dari segi kesehatan. Lansia mudah terserang penyakit degeneratif, salah satunya
hipertensi. Prevalensi hipertensi di Indonesia tinggi yaitu sebesar 25,8%. Staus gizi
merupakan salah satu faktor resiko hipertensi. Status gizi lebih meningkatkan resiko
hipertensi lima kali lebih tinggi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap
kejadian hipertensi pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Budi Luhur
Yogyakarta.
Metodologi: Jenis penelitian ini adalah observasional analisis dengan
menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah
lansia yang berjumlah 54 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total
sampling. Status gizi diperoleh dari pengukuran antropometri dan pemeriksaan
tekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Analisis data di lakukan dengan
menggunakan software SPSS berupa analisis univariat dan bivariate. Analisis data
menggunakan chi-square dengan tingkat kemaknaan ?<0,05.
Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi-square antara
variabel status gizi dengan variabel hipertensi diperoleh nilai signifikansi p-value =
0,019 <(0,05).
Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada
lansia di BPSTW Budi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta.
Kata kunci: Status Gizi, Hiperetensi, Lansia