Abstract :
Latar belakang : Hipertensi merupakan keadaan dimana terjadinya kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolic lebih dari 90
mmHg. Prevalensi hipertensi di Indonesia pada lansia (usia >65 tahun) masih tinggi sebesar 65% dari total kejadian hipertensi menurut golongan umur. Kurangnya
asupan cairan terutama air putih yang sering menjadi masalah pada lansia dapat
menyebabkan dehidrasi yang kemudian mengganggu fungsi ginjal dalam mengatur
volume cairan ekstraseluler dan sekresi renin dalam sistem Renin-Angiotensin yang
merupakan sistem endokrin yang berperan mengontrol tekanan darah.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan asupan cairan terhadap kejadian hipertensi
pada lansia di Balai Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Yogyakarta.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah observasional analisis dengan
menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah
lansia yang berjumlah 47 orang. Tehnik pengambilan sampel dengan cara non
random sampling (by purposive sampling). Asupan cairan diperoleh dari
wawancara dengan responden menggunakan formulir food recall dan pemeriksaan
tekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Analisis data di lakukan dengan
menggunakan software SPSS berupa analisis univariat dan bivariate.
Hasil Penelitian : Sebagian besar responden tidak mengalami hipertensi yaitu 26
orang (55%) dibandingkan responden yang mengalami hipertensi yaitu 21 orang
(45%). Asupan cairan responden sebagian besar masuk dalam kategori cukup ada
kurang yaitu sebanyak 24 orang (51,1%). Hasil analisis statistik Chi square
menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara asupan cairan terhadap kejadian
hipertensi pada lansia (p=0,00). Hasil analisis statistik Chi square menunjukkan
tidak adanya hubungan yang signifikan antara usia dan jenis kelamin terhadap
kejadian hipertensi pada lansia (p>0,05).
Kata Kunci : Hipertensi, asupan cairan, lansia