Abstract :
Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai oleh meningkatnya kadar gula darah (hiperglikemia) yang disebabkan adanya gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan
dengan prevalensi meningkat setiap tahunnya baik di negara maju maupun negara berkembang.
Di Provinsi D.I.Yogyakarta pada tahun 2012 terdapat kasus diabetes melitus sebanyak 7.434
kasus yang termasuk dalam urutan ke-5 dari 10 besar penyakit berbasis STP-SIRS.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan asupan lemak dengan kejadian hiperglikemia pada kyai
dan guru di Pondok Pesantren Yogyakarta.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik (induktif) dengan
menggunakan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah guru di Pondok
Pesantren Yogyakarta dengan jumlah 579 orang guru. Jumlah sampel minimal yang diperoleh
dalam penelitian ini 184 orang guru. Teknik pengambilan sampel dengan probability
proportional to size (PPS). Data asupan lemak menggunakan kuesioner SQ-FFQ. Analisis data
dengan menggunakan uji chi square dilakukan dengan menggunakan software SPSS.
Hasil Penelitian : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa karakteristik responden
berdasarkan usia sebagian besar responden berusia antara 20-35 tahun yaitu sebanyak 49,5%,
jenis kelamin sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan 54,3%, pekerjaan
sebagian besar responden berprofesi sebagai ustadz atau ustadzah 49,5%, dan sebagian besar
responden berpendidikan SMA yaitu 65,2%. Dari hasil responden mengkonsumsi lemak secara
berlebih yaitu sebanyak 67,4% dan responden yang mengalami hiperglikemia sebanyak 6,5%.
Dari hasil analisis bivariat berdasarkan hasil uji chi-square antara variabel asupan lemak
dengan variabel hiperglikemia diperoleh nilai signifikansi p-value = 0,956 (> 0,05) artinya
tidak terdapat hubungan antara asupan lemak dengan hiperglikemia pada kyai dan guru di
pondok pesantren DIY.
Kesimpulan : tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak dengan kejadian
hiperglikemia pada kyai dan guru di pondok pesantren DIY.
Kata Kunci : Asupan Lemak, Hiperglikemia, Kyai, Guru, Pondok Pesantren