Abstract :
Latar Belakang : Interaksi sosial memiliki peranan yang amat penting pada kehidupan lansia. Hal ini dikarenakan pada lanjut usia banyak mengalami penurunan kemampuan tubuh dan panca indra. Keadaan lansia dengan
permasalahan tersebut tentunya akan berdampak pada keadaan kejiwaan lansia yang dapat berakibat pada gangguan asupan makan yaitu ketidakinginan untuk
makan sehingga asupan energi yang dibutuhkan lansia tidak mencukupi sehingga
mempengaruhi status gizinya.
Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan
interaksi sosial dengan status gizi pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna
Werdha Budi Luhur Yogyakarta .
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional analytic
dengan sampel lansia sebanyak 47 responden yang diambil secara purposive
sampling. Data dikumpulkan di BPSTW Budi Luhur Yogyakarta pada bulan MeiJuli
2017. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah interaksi sosial, variabel
antara adalah asupan makan, dan variabel terikat adalah status gizi. Data bivariat
di analisis menggunakan uji chi square.
Hasil Penelitain: Distribusi frekuensi status gizi tidak normal (underweight) pada
lansia sebesar 74%. Berdasarkan analisis bivariat ada hubungan interaksi sosial
dengan asupan makan (OR=1,28, p=0,008), dan ada hubungan asupan makandengan status gizi (OR=0,186, p=0,000) dengan R Square sebesar 61,6%.
Kesimpulan : Ada hubungan interaksi sosial dengan status gizi pada lansia di
Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Yogyakarta.
Kata Kunci: Interaksi Sosial, Asupan Makan, Status Gizi