DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN KONSUMSI JUNK FOOD TERHADAP KEJADIAN HIPERGLIKEMIA PADA KYAI DAN GURU DI PONDOK PESANTREN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Alma Ata
Author
MAAJID, ISMI LESTARI
Subject
ILMU GIZI 
Datestamp
2020-06-12 08:06:27 
Abstract :
Latar Belakang: Rikesdas 2013 menunjukkan provinsi DIY merupakan salah satu provinsi dengan tingkat prevalensi penyakit DM tertinggi yaitu 3,0%. Konsumsi junk food merupakan salah satu faktor risiko terjadinya DM. Riskedas 2007 menunjukkan prevalensi konsumsi makanan yang berisiko seperti junk food penduduk berusia ?10 tahun provinsi DIY yaitu 69,2% konsumsi makanan ?1 kali. Tujuan: Meneliti konsumsi junk food sebagai hubungan terhadap terjadinya hiperglikemia pada guru pada pondok pesantren DIY. Jenis Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian deskripstif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah guru di pondok pesantren DIY dengan jumlah 579 orang. Jumlah sampel minimal yang diperoleh adalah sebanyak 184 responden dengan teknik pengambilan sampel probability proportional to size (PPS). Analisis data berupa distribusi frekuensi dan uji chi square dilakukan dengan menggunakan software SPSS. Hasil : Dari hasil uji chi square hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi junk food terhadap kejadian hiperglikemia, dilihat dari p=0,033 (p<0,05). Ada hubungan yang signifikan antara usia, dan lemak terhadap kejadian hiperglikemia. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, status gizi, dan energi total terhadap kejadian hiperglikemia. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi junk food,usia, lemak terhadap kejadian hiperglikemia. Kata kunci : junk food, hiperglikemia, diabetes mellitus, pondok pesantren 
Institution Info

Universitas Alma Ata