Abstract :
Latar Belakang: Rikesdas 2013 menunjukkan provinsi DIY merupakan salah satu provinsi dengan tingkat prevalensi penyakit DM tertinggi yaitu 3,0%. Konsumsi junk
food merupakan salah satu faktor risiko terjadinya DM. Riskedas 2007 menunjukkan prevalensi konsumsi makanan yang berisiko seperti junk food penduduk berusia ?10
tahun provinsi DIY yaitu 69,2% konsumsi makanan ?1 kali.
Tujuan: Meneliti konsumsi junk food sebagai hubungan terhadap terjadinya hiperglikemia pada guru pada pondok pesantren DIY.
Jenis Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian deskripstif analitik dengan
rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah guru di pondok
pesantren DIY dengan jumlah 579 orang. Jumlah sampel minimal yang diperoleh
adalah sebanyak 184 responden dengan teknik pengambilan sampel probability
proportional to size (PPS). Analisis data berupa distribusi frekuensi dan uji chi
square dilakukan dengan menggunakan software SPSS.
Hasil : Dari hasil uji chi square hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada
hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi junk food terhadap kejadian
hiperglikemia, dilihat dari p=0,033 (p<0,05). Ada hubungan yang signifikan antara
usia, dan lemak terhadap kejadian hiperglikemia. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, status gizi, dan energi total terhadap kejadian hiperglikemia.
Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi junk food,usia, lemak terhadap kejadian hiperglikemia.
Kata kunci : junk food, hiperglikemia, diabetes mellitus, pondok pesantren