Abstract :
Latarbelakang : Salah satu penyebab anemia terjadi karena asupan Fe tidak sesuai dengan kebutuhan. Pada proses penyerapan Fe dibantu oleh Vitamin C sebagai pereduksi.
Agar tidak mengalami anemia, konsumsi Fe sangat dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan gizi. Wanita yang sering mengalami anemia yaitu ibu hamil. Untuk mencegah
terjadinya anemia pada ibu hamil, maka diperlukan persiapan dini sebelum hamil. Usia
yang paling dekat menjadi ibu hamil yaitu calon pengantin wanita. Calon pengantin
wanita yaitu wanita yang akan menikah, masih berusia subur dan tidak sedang hamil.
Tujuan : Mengetahui hubungan asupan Fe dan Vitamin C dengan kejadian anemia pada
calon pengantin wanita di Kabupaten Bantul
Jenis Penelitian : Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian observasional dengan
menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 68
responden calon pengantin wanita dengan teknik pengambilan sampel menggunakan
quota sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang dikumpulkan
yaitu data anemia calon pengantin wanita, asupan Fe dan Vitamin C. Data diperoleh dari
wawancara dengan responden menggunakan SQFFQ. Uji statistic yang digunakan adalah
uji Mann Whitney dan chi square dengan tingkat kepercayaan 90%.
Hasil Penelitian : Presentase kejadian anemia adalah 44,1%. Berdasarkan hasil uji beda
rata-rata didapatkan perbedaan rata-rata asupan Fe yang tidak bermakna antara kelompok
anemia dan tidak anemia dengan p=0,387. Tidak ada perbedaan asupan Vitamin C yang
bermakna antara kelompok yang anemia dan tidak anemia (p=0,329). Berdasarkan uji chi
square juga diketahui bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan Fe
dan Vitamin C dengan kejadian anemia.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara asupan Fe dan Vitamin C dengan kejadian
anemia pada calon pengantin wanita di wilayah Kabupaten Bantul.
Kata kunci : Anemia calon pengantin, Fe, Vitamin C