Abstract :
Latar belakang: Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan
peningkatnya kadar gula darah (hiperglikemia) akibat kekurangan hormon insulin
baik absolut maupun relatif. Absolut berarti tidak ada insulin sama sekali, sedangkan
relatif berarti jumlahnya cukup tetapi daya kerjanya kurang. Di samping itu, masalah
yang selalu timbul pada penderita DM adalah cara mempertahankan kadar glukosa
darah penderita supaya tetap dalam keadaan terkontrol, yaitu dengan menjalani pilarpilar
pengelolaan
Diabetes
Melitus.
Pilar
pengelolaan
DM
terdidri
dari
4
pilar,
yaitu
penyuluhan,
edukasi
perencanaan
makan,
aktivitas
fisik,
dan
intervensi
farmakologis.
Konseling
gizi
merupakan
serangkaian
kegiatan
sebagai
proses
komunikasi
dua
arah
untuk
menanamkan dan meningkatkan pengetahuan, sikap, serta perilaku sehingga
membantu klien atau pasien mengenali dan mengatasi masalah gizi melalui
pengeturan makanan dan minuman.konseling gizi dilakukan dengan 2 cara yaitu
menggunakan leaflet dan text messaging. Pasien diabetes melitus memerlukan
perubahan yang konsisten terhadap pola makan dan pola hidup sehat, sehingga
pemberian edukasi lanjutan diharapkan dapat mendukung perubahan tersebut.
Tujuan : Meneliti perbedaan efek konseling gizi dengan text messaging
dibandingkan dengan konseling gizi dengan media leaflet terhadap kadar gula darah
pada pasien diabetes melitus.
Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi
experiment). Dan Rancangan penelitian yang digunakan adalah non random kontrol
group pretest postes.
Hasil : frekuensi jenis kelamin paling banyak adalah perempuan sebanyak 22
responden dengan presentase 75,86 %. Berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah
sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi dengan media leaflet dan text message
diketahui bahwa kadar gula darah pasien dengan pengendalian baik (terkendali)
sebelum diberikan konseling gizi dengan media leaflett sebanyak 80 % dan setelah
konseling meningkat sebanyak 100%, kemudian sebelum diberikan konseling gizi
dengan media leaflet+text messagie sebanyak 55, 6% dan setelah diberikan konseling
sebanyak 55,6%. Dari hasil uji statistik dengan uji paired t test menunjukkan bahwa
tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi
menggunakan leaflet+text messaging. Dari hasil uji statistic dengan uji independen
x
sampel t test menunjukan bahwa tidak ada perbedaan antara sesudah diberikan konseling gizi
menggunakan leaflet dan leaflet+text messaging.
Kesimpulan : Tidak ada perbedaan kadar gula darah sewaktu sebelum dan sesudah pada
kelompok tanpa perlakuan, kelompok leaflet serta pada kelompok leaflet dan text mesegging.
Kata kunci: Diabetes melitus, Kadar Gula Darah, Konseling Gizi Leaflet dan Text
messaging.