Abstract :
Konsumsi rokok pada remaja biasanya terjadi ketika berada pada masa peralihan. Semakin awal seseorang mulai merokok, maka semakin sering seseorang mengkonsumsinya. Remaja yang tinggal bersama anggota keluarga yang merokok dapat meniru kebiasaan merokok tersebut. Begitu pula sebaliknya, perilaku merokok orang tua memiliki dampak secara langsung terhadap kebiasaan merokok oleh remaja.
Mengetahui adakah hubungan antara lama dan frekuensi merokok orang tua dengan kebiasaan merokok pada remaja di Padukuhan Karangmalang-Kuningan Kabupaten Sleman. Penelitian kuantitatif deskriptif
dengan pendekatan cross sectional dilakukan pada tanggal 15 Maret? 15 April 2016. Pengambilan sampel
dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 97 orang tua dan remaja. Berdasarkan hasil uji
statistik dengan uji chi square didapatkan bahwa antara lama merokok orang tua dengan kebiasaan merokok remaja dengan nilai p = 0,007< 0,05 artinya ada hubungan yang bermakna antara lama merokok
orang tua dengan kebiasaan merokok remaja. Hasil uji statistik antara frekuensi merokok orang tua dengan
kebiasaan merokok remaja didapatkan bahwa nilai p = 0,003 < 0,05 artinya ada hubungan yang bermakna
antara frekuensi merokok orang tua dengan kebiasaan merokok remaja. Ada hubungan antara lama dan
frekuensi merokok orang tua dengan kebiasaan merokok remaja. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama
orang tua merokok maka remaja akan berpotensi menjadi perokok berat dan semakin sering orang tua
merokok maka akan berpotensi menyebabkan remaja menjadi perokok berat.
Kata Kunci: Lama Merokok, Frekuensi Merokok, Kebiasaan Merokok, Remaja, Orang Tua