Abstract :
Latar Belakang: ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) merupakan masalah
kesehatan di negara maju dan berkembang. Prevelensi ISPA di Indonesia
sebanyak 15.402 jiwa (25,5%) dengan morbiditas pneumonia pada bayi 14.134
jiwa (23,8%) dan balita 9.362 jiwa (15,5%). Salah satu faktor yang menyebabkan
ISPA yaitu lama dan jumlah konsumsi merokok orang tua.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lama dan jumlah konsumsi rokok orang tua
dengan kejadian ISPA di Wilayah kerja Puskesmas Minggir.
Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik
dengan pendekatan retrospektif, dengan jumlah sempel sebanyak 48 responden
yang diperoleh secara accidental sampling. Data diambil menggunakan koesioner
dan analisis menggunakan chi-square.
Hasil: Responden dengan sebagian besar perempuan dengan lama merokok dalam
kategori ringan yaitu sebanyak 22 responden (45,8%) serta jumlah konsumsi
merokok kategori sedang yaitu sebanyak 23 responden (47,9%) hasil analisis
menunjukkan tidak ada hubungan antara lama merokok orang tua dengan kejadian
ISPA (p=0,667) sedangkan jumlah konsumsi rokok (p=0,913) untuk keeratan
hubungan lama dan jumlah konsumsi rokok orang tua dengan kejadian ISPA pada
balita sebanyak (0,060)
Kesimpulan: Tidak ada hubungan lama dan jumlah konsumsi rokok orang tua
dengan kejadian ISPA
Kata Kunci: ISPA, Lama dan Jumlah Konsumsi Rokok