Abstract :
Latar Belakang: Berdasarkan data dari kementrian sosial Republik Indonesia
tahun 2010, DIY menempati angka tertinggi dengan persentase lansia 12,48%,
pada tahun 2014, jumlah lansia di DIY mencapai 15% secara nasional dengan usia
harapan hidup 75,5 per tahun, kejadian jatuh pada lansia di PSTW Unit Budi
Luhur kasongan Bantul Yogyakarta pada tahun 2015, sebesar 38,5%. Lansia
memiliki resiko jatuh 20-30% yang dapat menyebabkan kecacatan tinggi terkait
dengan kejadian jatuh akan mengalami cedera pada lansia dan dapat mengalami
hambatan mobilitas fisik serta penurunan kualitas hidup dan dapat menimbulkan
kematian.
Tujuan : Mengetahui gambaran tingkat resiko jatuh pada lansia di Puskesmas
Sedayu II, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini menggunakan deskriftif kuantitatif dengan rancangan
observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 580 lansia. Teknik
pengambilan sampel menggunakan random sampling, responden penelitian 85
lansia. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi
Hasil : Hasil dalam penelitian ini didapatkan responden lansia pada usia 60-65
tahun sebanyak 42 lansia(49,4%), sedangkan pada karakteristik jenis kelamin
sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 47 lansia
(55,3%), dan pada tingkat resiko jatuh sebagian besar responden mengalami
resiko jatuh rendah sebanyak 68 lansia.
Kesimpulan : Sebagian besar responden yang berusia 60-65 tahun mengalami
resiko jatuh rendah sebanyak 41 lansia (48,2%), sedangkan sebagian besar
responden yang berjenis kelamin perempuan beresiko jatuh rendah sebanyak 42
(49,4%) lansia.
Kata Kunci : Lanjut Usia, Resiko Jatuh, Pengkajian Berg