DETAIL DOCUMENT
RELEVANSI KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER MENURUT KI HAJAR DEWANTARA DENGAN KURIKULUM 2013
Total View This Week0
Institusion
Universitas Alma Ata
Author
IBRAHIM, MAWADAH
Subject
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH 
Datestamp
2020-06-17 06:57:29 
Abstract :
Berangkat dari latar belakang, fenomena merosotnya karakter di Negeri ini disebabkan lemahnya pendidikan karakter, pentingnya pendidikan karakter sebagai bentuk dari perhatian lembaga pendidikan dalam membentuk kepribadian peserta didik, guru, dan masyarakat. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji ?Relevansi Konsep Pendidikan Karakter Ki Hajar Dewantara dalam Kurikulum 2013?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu data yang diperoleh (berupa gambar, kata-kata, perilaku), tidak dituangkan dalam angka melainkan dalam bentuk kualitatif, sifatnya menganalisa dan memberi pemaparan mengenai situasi yang diteliti dalam bentuk naratif. Jenis penelitian ini adalah Study Pustaka (Library Research). Pengumpulan data yang digunakan peneliti dengan mencari berbagai sumber tertulis baik berupa buku, majalah, surat kabar, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian ini adalah pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara memberikan pengaruh pada jiwa dan perkembangan psikologi peserta didik dengan menerapkan nilai-nilai kebenaran (Cipta), keindahan (Rasa) dan kebaikan (Karsa) pada anak. dengan menggunakan sistem Tri Pusat Pendidikan dan Sistim Among, yang mempunyai fungsi dan peran dalam membentuk karakter (pendidikan tanpa paksaan). sesuai dengan tingakatan usia dan perkembangan peserta didik. Tripusat Pendidikan dan sistem Among sangat penting dalam membentuk karakter (budi pekerti ) peserta didik karena masing-masing dari sistem ini mempunyai fungsi dan peran sendiri dalam membentuk karakter/budi pekerti yang tidak berdiri sendiri namun saling melengkapi. Relevansi konsep pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara sejalan dengan kurikulum 2013 yang sama-sama menitikberatkan pada pengembangan karakter Peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar peserta didik mengembangkan potensi dirinya, dan membentuk kepribadian dan integritas peserta didik untuk menjadi manusia yang beraklak mulia sebagaimana yang dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional yang dirumuskan dalam 18 kategori untuk membentuk watak peserta didik diantaranya Religius, Toleransi, jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, rasa kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab Kata kunci : Relevansi, Pendidikan, Karakter, dan kurikulum 2013. 
Institution Info

Universitas Alma Ata