Abstract :
Berangkat dari latar belakang, fenomena merosotnya karakter di Negeri ini
disebabkan lemahnya pendidikan karakter, pentingnya pendidikan karakter sebagai
bentuk dari perhatian lembaga pendidikan dalam membentuk kepribadian peserta didik,
guru, dan masyarakat. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji ?Relevansi
Konsep Pendidikan Karakter Ki Hajar Dewantara dalam Kurikulum 2013?.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu data yang diperoleh
(berupa gambar, kata-kata, perilaku), tidak dituangkan dalam angka melainkan dalam
bentuk kualitatif, sifatnya menganalisa dan memberi pemaparan mengenai situasi yang
diteliti dalam bentuk naratif. Jenis penelitian ini adalah Study Pustaka (Library
Research). Pengumpulan data yang digunakan peneliti dengan mencari berbagai sumber
tertulis baik berupa buku, majalah, surat kabar, dan jurnal ilmiah.
Hasil penelitian ini adalah pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara memberikan
pengaruh pada jiwa dan perkembangan psikologi peserta didik dengan menerapkan
nilai-nilai kebenaran (Cipta), keindahan (Rasa) dan kebaikan (Karsa) pada anak. dengan
menggunakan sistem Tri Pusat Pendidikan dan Sistim Among, yang mempunyai fungsi
dan peran dalam membentuk karakter (pendidikan tanpa paksaan). sesuai dengan
tingakatan usia dan perkembangan peserta didik. Tripusat Pendidikan dan sistem
Among sangat penting dalam membentuk karakter (budi pekerti ) peserta didik karena
masing-masing dari sistem ini mempunyai fungsi dan peran sendiri dalam membentuk
karakter/budi pekerti yang tidak berdiri sendiri namun saling melengkapi. Relevansi
konsep pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara sejalan dengan kurikulum 2013 yang
sama-sama menitikberatkan pada pengembangan karakter Peserta didik dalam kegiatan
pembelajaran, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar peserta didik
mengembangkan potensi dirinya, dan membentuk kepribadian dan integritas peserta
didik untuk menjadi manusia yang beraklak mulia sebagaimana yang dikembangkan
oleh Kementrian Pendidikan Nasional yang dirumuskan dalam 18 kategori untuk
membentuk watak peserta didik diantaranya Religius, Toleransi, jujur, disiplin, kerja
keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, rasa
kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif cinta damai, gemar
membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab
Kata kunci : Relevansi, Pendidikan, Karakter, dan kurikulum 2013.