Abstract :
Latar Belakang: Tindakan operasi atau pembedahan merupakan ancaman aktual maupun potensial pada integritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi
stres fisiologis serta psikologis. Penyebab cemas pada individu yang akan menjalani operasi yaitu nyeri, keganasan, kegagalan atau kondisi yang lebih
buruk. Tahun 2015 dari 9834 pasien yang direncanakan operasi, sebanyak 1879 pasien operasinya ditunda, sedangkan di IRNA I dari 3003 pasien direncanakan
operasi, yang ditunda operasi 218, dari ruang cendana sebanyak 132. Akibat
pembatalan operasi pasien merasa sulit tidur, cemas kondisi semakin memburuk.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara penundaan operasi dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi bedah di Ruang Cendana lantai II IRNA I RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien pre operasi bedah yang ditunda atau dibatalkan operasinya kurang dari 24 jam dan lebih dari 24 jam sejumlah 59 responden.
Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa pasien yang mengalami penundaaan operasi selama 24 jam mengalami kecemasan sedang sebanyak 15 respoden (50%), pasien yang tertunda kurang dari 24 jam memiliki tingkat kecemasan
ringan sebanyak 18 responden (62,1%), Terdapat hubungan antara penundaan
operasi dengan tingkat kecemasan pasien preoperasi di Ruang Cendana Lantai II
IRNA I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta diperoleh nilai Correlation Coefficient hitung sebesar 0,588 (positif) dan signifikan pada 0.000 (p-value < 0.05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara penundaan operasi dengan tingkat kecemasan pasien preoperasi di Ruang Cendana Lantai II IRNA I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Kata kunci: Penundaan Operasi, Tingkat Kecemasan, Pre Operasi Bedah