Abstract :
Latar Belakang : Menginjak usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan pada makanan yang
dinamakan MP-ASI. Inilah makanan bayi kedua yang menyertai pemberian ASI.Pemberian MPASI
kepada
bayi
harus
diperhatikan
mengingat
organ
pencernaan
bayi
belum
sempurna
seperti
orang
dewasa.
Jika
salah
memberikan
pengenalan
makanan
bayi
ini
dapat
menimbulkan
gangguan
pencernaan
pada
bayi
seperti
terjadinya
sambelit
atau
malah
terjadinya
perut
kembung.
Memberikan MP-ASI sebaiknya secara bertahap, baik dilihat dari jenis makanannya, dan jumlah
harus disesuaikan dengan kesiapan bayi dalam menerima makanan.Dari sisi tekstur makanan,
awalnya bayi harus diberi makanan semi padat, sedangkan makanan padat diberikan ketika bayi
sudah mulai tumbuh giginya.Porsi makanan juga berangsur mulai dari satu sendok hingga
berangsur-angsur bertambah sesuai porsi bayi
Tujuan Penelitian : mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang mp-asi ibu dengan
praktik pemberian MP-ASI pada baduta di Puskesmas sedayu II Bantul Yogyakarta
Metode Penelitian : Desain penelitian digunakan adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah
penelitian yang datanya berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Rancangan
penelitian ini menggunakan cross sectional.
Hasil : Analisis Univariat bahwa karakteristik responden berdasarkan tingkat pengetahuan
tentang MP-ASI di Puskesmas Sedayu II Bantul, sebagian besar adalah responden adalah
termasuk kategori sedang yaitu sebanyak 37 responden (43,0%). menyatakan bahwa ada
hubungan tingkat pengetahuan dengan praktik pemberian MP-ASI di Puskesmas Sedayu II
Bantul, dengan nilai significancy pada hasil menunjukan (p = 0,000 < 0,05).
Kesimpulan : Ada hubungan tingkat pengetahuan dengan praktik pemberian MP-ASI di
Puskesmas Sedayu II Bantul, dengan nilai (p < 0,05) Signifikansi.
Kata kunci : (Tingkat Pengetahuan dan Praktik MP-ASI)